Lambat laun tibalah kami di pos tiga. Di pos tiga ini kami istirahat sejenak, sembari bercanda ria. Tidak begitu lama setelah istirahat perjalanan kami lanjutkan. Yang konon katanya jalur dari pos tiga menuju tempat camp memiliki kontur yang cukup terjal. Jalur yang berbatu menambah lengkap sulitnya perjalanan malam itu. Beruntungnya kami dijalur ini, karena langit tak lagi membasahi bumi,dan angin seakan berkompromi untuk berhenti. Malam itu hanya kami dan gelap malam berbalut bintang.
Jalur yang semulanya hutan perlahan menemui batasnya dan berganti perdu. Gagah nya hutan perlahan terganti dengan pemandangan lampu kota nan jauh disana. Lelah memang tidak hilang semuanya, tapi ketika pemandangan itu tersajikan didepan mata, terasa ada api semangat dalam jiwa. Tak lama setelah hutan berganti vegetasi, kami pun tiba di tempat yang kami rencanakan untuk mendirikan tenda. Tenda kami keluarkan dan kompor kami nyalakan. Karena rasa dingin dan lapar menyerang, tim kami bagi menjadi dua bagian. Tim memasak dan tim memasang tenda. Tujuannya agar ketika tenda sudah beres didirikan, perut kami bisa langsung diberi makanan.
Seberes makan dan ganti pakaian. Sejenak aku mengamati pemandangan sekitar. Ditempat kami mendirikan tenda terdapat berapa batu besar yang langsung mengahap tepi punggungan yang cukup terjal. Hitam langit dengan setitik bintang disana seakan menemani malam ini. Baru saja aku menatapi langit itu angin datang membawa dinginnya. Tubuh yang terbelai dengan dingin angin, membuatku segera masuk tenda dan mengakhiri malam ini. Bersama temanku yang sering kusebut sleeping bag. Dekapan sleeping bag ini cukup cepat membuat ku terlelap.
Pagi pun tiba, bersama sang fajar yang perlahan membakar langit malam. Kemuning indah mewarnai landscape menambah indah pagi ini. Aku terpesona oleh lukisan alam yang susah untuk di ungkapkan. Seperti cinta ku padamu, dasar bucin. Waktu pagi ini terasa begitu cepat sang fajar perlahan menaiki tahtanya, sinarnya kuat menusuk langsung ke bumi. Kulitku pun tak dapat terhindar dari tusukan sinar sang mentari. Setelah selesai dengan berbagai kegiatan kami lanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan pulang kami tempuh dengan cepat dan aman sampai tujuan.
the end
lanjut di arahazimuth selanjutnya yak
salam semesta
untuk kita
kita semua
agengamri
Pagi pun tiba, bersama sang fajar yang perlahan membakar langit malam. Kemuning indah mewarnai landscape menambah indah pagi ini. Aku terpesona oleh lukisan alam yang susah untuk di ungkapkan. Seperti cinta ku padamu, dasar bucin. Waktu pagi ini terasa begitu cepat sang fajar perlahan menaiki tahtanya, sinarnya kuat menusuk langsung ke bumi. Kulitku pun tak dapat terhindar dari tusukan sinar sang mentari. Setelah selesai dengan berbagai kegiatan kami lanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan pulang kami tempuh dengan cepat dan aman sampai tujuan.
the end
lanjut di arahazimuth selanjutnya yak
salam semesta
untuk kita
kita semua
agengamri